OBAT TIDUR utk PARA PRIA

*Tertawa sejenak*

*Irwan*: ” Dok.tolong beri aku obat tidur, karena beberapa hari ini aku susah tidur nih…. ”
*Dokter*: ‘:Saya kasih 3 macam obat, yang merah untuk mimpi ketemu *Dewi Persik*
*Irwan*:’ ‘woouuw::
*Dokter*:’ ‘Yang putih bisa mimpi ketemu *Yuni Shara*
*Irwan*’ ‘ Janda semua ya, dokter jago juga ya’ ‘
*DOKTER*:’ ‘Ini yang kuning untuk mimpi ketemu *Luna Maya*
*Irwan*:’ ‘Gile bener nih obat2nya, kalau saya minum sekaligus 3 bagaimana Dok?’ ‘
*Dokter*:’ ‘Kalau minum sekaligus 3, bisa ketemu *Ratna Sarumpaet*
😹😹😹😹😹

8 Nasehat KH. Maimoen Zubair yg menggetarkan hati

1. *”Ora kabeh wong pinter kuwi bener*” ( _Tidak semua orang pintar itu benar_)

2. *“Ora kabeh wong bener kuwi pinter…*” ( _Tidak semua orang benar itu pintar_)

3. *“Akeh wong pinter ning ora bener…*”
( _Banyak orang yang pintar tapi tidak benar_)

4. *“Lan akeh wong bener senajan ora pinter…*”
( _Dan banyak orang benar meskipun tidak pintar_)

5. *“Nanging tinimbang dadi wong pinter ning ora bener, Luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter…*” ( _Daripada jadi orang pintar tapi tidak benar, lebih baik jadi orang benar meskipun tidak pintar_)

6. *“Ono sing luwih prayoga yoiku dadi wong pinter sing tansah tumindak bener.*”
( _Ada yang lebih bijak, yaitu jadi orang pintar yang senantiasa berbuat benar_)

7. *“Minterno wong bener..kuwi luwih gampang tinimbang mbenerake wong pinter…”*
( _Memintarkan orang yang benar .. itu lebih mudah daripada membenarkan orang yang pintar_)

8. *“Mbenerake wong pinter..kuwi mbutuhke beninge ati, lan jembare dhodho.”*
( _Membenarkan ( membuat benar ) orang yang pintar itu membutuhkan beningnya hati, dan lapangnya dada_)

KH. Maimoen Zubair.

Kisah sedih

KISAH SEDIH ISTERI

Suami : “Ma, lagi ngapain ???”:
Isteri : “Lagi baca buku”
Suami : “Koq nangis, Ma???”
Isteri : “Iya Pa, karena endingnya sedih sekali.”
Suami : “Hhhh… emang buku apaan ???”
Isteri : “BUKU TABUNGAN”
😂😂😂😭😭🏃💨
➖➖➖➖➖➖➖➖

😪 *KISAH SEDIH SUAMINYA*

Isteri : “Papa lagi ngapain ???”
Suami : “Lagi baca buku”…😢😢😢
Isteri : “Kok sedih, Pa ??? 🤗🤗
Suami : “Iya, Ma, karena gak ada masa berlakunya.”
Isteri : “Emang buku apa, Paaa…. yang dibaca kok cari masa berlakunya???”
Suami : “Buku nikah”, padahal kalau SIM ada masa berlakunya. KTP ada masa berlakunya kok surat nikah ga ada masa berlakunya yaa…?
Isteri : “Mau di parut mukamu…!!!”
😡😡👊👊🔨🔨🔌🔌🏃💨

*BELUM TAMAT*
(20 tahun kemudian)

*CERPEN*

Nenek jatuh sakit, lalu ama kakek dibawa ke dokter.

Dokter : “Siapa yang sakit, kek…?”
Kakek : “Ini nenek yang sakit, Dok.”
Dokter : “Saya dokter hewan, kek. Bukan dokter umum.”
Kakek : “Gak apa. Dok, periksa aja… dulunya nenek ini Kupu-kupu Malam…” 😳😜

*BELUM TAMAT*
*CERPEN II*

Giliran kakek yang sakit, ama nenek dibawa ke dokter hewan yang sama. Hehehe… 😬😬 langsung ditanya oleh dokter.

Dokter : “Kenapa kakek dibawa ke sini, Nek…??? Saya kan dokter hewan.”

Sambil cuek bebek si nenek bilang: “Gak apa periksa aja Dokter, dulu si kakek ini Buaya Darat😜😀
*TAMAT*?

DIALOG GUS DUR DAN SANTRI

Santri : “Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!”
Gus Dur : “Loh, kok tiba-tiba menyalahk an Nabi Adam, kenapa Kang.”
Santri : “Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin pula. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?”

Gus Dur : “Ya tidak tahulah, saya kan juga belum pernah nyicip. Tapi ini sih bukan soal rasa. Ini soal khasiatnya.”
Santri : “Kayak obat kuat aja pake khasiat segala. Emang Iblis bilang khasiatnya apa sih, Gus? Kok Nabi Adam bisa sampai tergoda?”

Gus Dur : “Iblis bilang, kalau makan buah itu katanya bisa menjadikan Nabi Adam abadi.”
Santri : “Anti-aging gitu, Gus?”
Gus Dur : “Iya. Pokoknya kekal.”
Santri : “Terus Nabi Adam percaya, Gus? Sayang, iblis kok dipercaya.”

Gus Dur : “Lho, Iblis itu kan seniornya Nabi Adam.”
Santri : “Maksudnya senior apa, Gus?”
Gusdur : “Iblis kan lebih dulu tinggal di surga dari pada Nabi Adam dan Siti Hawa.”

Santri : “Iblis tinggal di surga? Masak sih, Gus?”
Gus Dur : “Iblis itu dulunya juga penghuni surga, terus di usir, lantas untuk menggoda Nabi Adam, iblis menyelundup naik ke surga lagi dengan berserupa ular dan mengelabui merak sang burung surga, jadi iblis bisa membisik dan menggoda Nabi Adam.”

Santri : “Oh iya, ya. Tapi, walau pun Iblis yang bisikin, tetap saja Nabi Adam yang salah. Gara–garanya, aku jadi miskin kayak gini.”
Gus Dur : “Kamu salah lagi, Kang. Manusia itu tidak diciptakan untuk menjadi penduduk surga. Baca surat Al-Baqarah : 30. Sejak awal sebelum Nabi Adam lahir… eh, sebelum Nabi Adam diciptakan, Tuhan sudah berfirman ke para malaikat kalo Dia mau menciptakan manusia yang menjadi khalifah (wakil Tuhan) di bumi.”

Santri : “Lah, tapi kan Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga?”
Gus Dur : “Iya, sempat, tapi itu cuma transit. Makan buah terlarang atau tidak, cepat atau lambat, Nabi Adam pasti juga akan diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas dari-Nya, yaitu memakmurkan bumi. Di surga itu masa persiapan, penggemblengan. Di sana Tuhan mengajari Nabi Adam bahasa, kasih tahu semua nama benda. (lihat Al- Baqarah : 31).
Santri : “Jadi di surga itu cuma sekolah gitu, Gus?”

Gus Dur : “Kurang lebihnya seperti itu. Waktu di surga, Nabi Adam justru belum jadi khalifah. Jadi khalifah itu baru setelah beliau turun ke bumi.”
Santri : “Aneh.”
Gus Dur : “Kok aneh? Apanya yang aneh?”
Santri : “Ya aneh, menyandang tugas wakil Tuhan kok setelah Nabi Adam gagal, setelah tidak lulus ujian, termakan godaan Iblis? Pendosa kok jadi wakil Tuhan.”

Gus Dur : “Lho, justru itu intinya. Kemuliaan manusia itu tidak diukur dari apakah dia bersih dari kesalahan atau tidak. Yang penting itu bukan melakukan kesalahan atau tidak melakukannya. Tapi bagaimana bereaksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Manusia itu pasti pernah keliru dan salah, Tuhan tahu itu. Tapi meski demikian nyatanya Allah memilih Nabi Adam, bukan malaikat.”

Santri : “Jadi, tidak apa-apa kita bikin kesalahan, gitu ya, Gus?”
Gus Dur : “Ya tidak seperti itu juga. Kita tidak bisa minta orang untuk tidak melakukan kesalahan. Kita cuma bisa minta mereka untuk berusaha tidak melakukan kesalahan. Namanya usaha, kadang berhasil, kadang enggak.”
Santri : “Lalu Nabi Adam berhasil atau tidak, Gus?”

Gus Dur : “Dua-duanya.”
Santri : “Kok dua-duanya?”
Gus Dur : “Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar aturan, itu artinya gagal. Tapi mereka berdua kemudian menyesal dan minta ampun. Penyesalan dan mau mengakui kesalahan, serta menerima konsekuensinya (dilempar dari surga), adalah keberhasilan.”

Santri : “Ya kalo cuma gitu semua orang bisa. Sesal kemudian tidak berguna, Gus.”
Gus Dur : “Siapa bilang? Tentu saja berguna dong. Karena menyesal, Nabi Adam dan Siti Hawa dapat pertobatan dari Tuhan dan dijadikan khalifah (lihat Al-Baqarah: 37). Bandingkan dengan Iblis, meski sama-sama diusir dari surga, tapi karena tidak tobat, dia terkutuk sampe hari kiamat.”

Santri : “Ooh…”
Gus Dur : “Jadi intinya begitulah. Melakukan kesalahan itu manusiawi. Yang tidak manusiawi, ya yang iblisi itu kalau sudah salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya justru malah merasa bener sendiri, sehingga menjadi sombong.”
Santri : “Jadi kesalahan terbesar Iblis itu apa, Gus? Tidak mengakui Tuhan?”

Gus Dur : “Iblis bukan atheis, dia justru monotheis. Percaya Tuhan yang satu.”
Santri : “Masa sih, Gus?”
Gus Dur : “Lho, kan dia pernah ketemu Tuhan, pernah dialog segala kok.”
Santri : “Terus, kesalahan terbesar dia apa?”
Gus Dur : “Sombong, menyepelekan orang lain dan memonopoli kebenaran.”

Santri : “Wah, persis cucunya Nabi Adam juga tuh.”
Gus Dur : “Siapa? Ente?”
Santri : “Bukan. Cucu Nabi Adam yang lain, Gus. Mereka mengaku yang paling bener, paling sunnah, paling ahli surga. Kalo ada orang lain berbeda pendapat akan mereka serang. Mereka tuduh kafir, ahli bid’ah, ahli neraka. Orang lain disepelekan. Mereka mau orang lain menghormati mereka, tapi mereka tidak mau menghormati orang lain. Kalau sudah marah nih, Gus. Orang-orang ditonjokin, barang-barang orang lain dirusak, mencuri kitab kitab para ulama. Setelah itu mereka bilang kalau mereka pejuang kebenaran. Bahkan ada yang sampe ngebom segala loh.”

Gus Dur : “Wah, persis Iblis tuh.”
Santri : “Tapi mereka siap mati, Gus. Karena kalo mereka mati nanti masuk surga katanya.”
Gus Dur : “Siap mati, tapi tidak siap hidup.”
Santri : “Bedanya apa, Gus?”
Gus Dur : “Orang yang tidak siap hidup itu berarti tidak siap menjalankan agama.”
Santri : “Lho, kok begitu?”

Gus Dur : “Nabi Adam dikasih agama oleh Tuhan kan waktu diturunkan ke bumi (lihat Al- Baqarah: 37). Bukan waktu di surga.”
Santri : “Jadi, artinya, agama itu untuk bekal hidup, bukan bekal mati?”
Gus Dur : “Pinter kamu, Kang!”
Santri : “Santrinya siapa dulu dong? Gus Dur.”

JANGAN BURU-BURU MENG- HAKIMI DAN BURUKSANGKA

Alkisah, ada sepasang suami isteri tergesa² berlari menuju ke sebuah HELIKOPTER yg berada di PUNCAK GEDUNG HOTEL untuk menyelamatkan diri pada saat terjadi KEBAKARAN.

Tetapi saat sampai di atas sana, mereka menyadari bahwa hanya ada satu tempat yg tersisa. *Dengan segera sang suami melompat mendahului istrinya utk mendapatkan tempat itu, sementara sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum HELIKOPTER menjauh .*

Dan kejadian Berikutnya….
API ITU SEMAKIN MEMBESAR dan MENGHANGUSKAN seluruh nya (termasuk sang ISTRI).

DOSEN yg menceritakan kisah ini, bertanya pada mahasiswa² nya:

_”Menurut kalian, apa yg sang istri itu teriakkan?”_

Sebagian besar mahasiswa-mahasiswi itu menjawab :
– Kamu JAHAT,
– Aku benci kamu,
– Suami kurang ajar,
– Kamu egois,
– Laki-laki nggak bertanggung jawab,
– Dasar nggak tau malu kamu

Tapi ada seorang mahasiswi yg hanya diam saja, dan Dosen itu meminta mahasiswi yg diam itu menjawab pertanyaan nya.

Mahasiswi itu menjawab :
_”Saya yakin si istri pasti berteriak.

. *Tolong jaga anak kita baik².*”_

Dosen itu terkejut dan bertanya: “Apakah kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?”
Mahasiswi itu menggeleng, _*”Belum.. tapi itu yg dikatakan oleh ibu saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis…”*_

DOSEN itu menatap seluruh kelas dan berkata :

*”Ya, Itulah Jawaban yang benar….*

HOTEL itu benar² terbakar habis… dan sang suami harus kembali ke kota kecil nya dengan Air mata yg terus beelinang. Dia harus menjemput dan mengasuh serta membesarkan anak2 mereka yg masih TK dan BALITA sendirian, dan menyimpan Kisah Tragedi rapat2 tanpa pernah dibahas lagi…”

“Dan bertahun2 kemudian, anak2 nya telah menjadi Dewasa….
Ada yg menjadi pengusaha,
Ada yg menjadi Dokter dan
1 lagi masih bekerja sambil kuliah.

Pada suatu hari ketika anak bungsu nya membersihkan kamar sang Ayah, dia menemukan buku harian ayahnya.”

*”Dia menemukan kenyataan bahwa terjadi kebakaran di hotel waktu itu, dimana mereka sedang melakukan berobat jalan karena sang ibu menderita penyakit kanker ganas dan divonis dokter akan segera meninggal…”*_

“Karena itulah, di saat darurat kala kebakaran tersebut, ayahnya memutuskan mengambil satu²nya kesempatan untuk bertahan hidup supaya bisa tetap membesarkan anak-anaknya.
Dan dia menulis semua kejadian itu di buku harian nya.
*Betapa dia berharap sang istri tercintalah yg naik ke Helicopter itu. Tapi demi anak2, terpaksa dengan hati menangis dia membiarkan sang istri tertinggal disana dan meninggal sendirian…”*

Si anak bungsu kemudian menceritakan kepada kedua kakaknya dan mereka bertiga segera menyusul sang Ayah di tempat kerjanya. Mereka sujud mencium kaki sang Ayah secara bergantian, mengucap syukur atas perjuangan sang Ayah membesarkan mereka semua, walaupun
harus menyimpan penyesalan dan menanggung beban yg demikian berat.

Cerita itu selesai, dan seluruh kelas pun terdiam.

Dosen itu kemudian berkata :
“Siapakah sang Ayah?Sang Ayah Itu….saat ini berada di hadapan kalian….”

Para mahasiswa pun segera bertepuk tangan, ada yg berlarian memeluk sang Dosen, ada yg terhenyak meneteskan air mata haru.

Mereka sekarang mengerti Hikmah dari cerita nyata tsb, *bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. Ada berbagai macam cerita, komplikasi dan alasan dibalik peristiwa yang kadang sulit dimengerti.*_

_Karena itu, jangan pernah melihat hanya dari luarnya saja dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa²._

_Mereka yg sering membayar untuk orang lain bukan berarti kaya, *tapi karena lebih menghargai hubungan daripada uang.*_

_Mereka yg bekerja tanpa ada yg menyuruh bukan karena bodoh, *tapi karena lebih menghargai konsep tanggung jawab.*_

_Mereka yg minta maaf duluan setelah bertengkar bukan karena bersalah, *tapi karena lebih menghargai orang lain.*_

_Mereka yg mengulurkan tangan untuk menolongmu bukan karena merasa berhutang, *tapi karena menganggap kita adalah sahabat.*_

_Mereka yg sering mengontakmu bukan karena tidak punya kesibukan, *tapi karena kita ada di dalam hatinya.

Chats

In a Nursery School Canteen…
There’s a basket of apples with a notice written over it :
“Do not take more than one, God is watching”
On the other counter there’s a box of chocolates,
A small child went & wrote on it.
“Take as many as you want, God is busy watching the apples”…
NEVER ACT SMART WITH Today’s Generation..!.! 😜😜

KID :- Why some of your hair are white dad…?
DAD : – Every time you make me unhappy , one of my hair turns white…
KID :- Now understand why grandpa’s hairs are all white…
Moral :- Don’t be over smart…
😪😪

Child : Mummy why Gandhi has no hair on his head…?
Mummy : Because he speak only truth…
Child : Now I understood why ladies have long hair…

Now Ultimate 😜😜😜

Teacher: How old is your father?
Kid: He is 6 years.
Teacher: What? How is this possible?
Kid: He became father only when I was born.
Logic!!👌😳

Don’t laugh alone, share with others
😂

Jangan Simpan Tulang Anjing

Seorang murid bertanya kepada Imam Al-Ghazali, “Syaikh, bukankah dzikir bisa membuat seseorang beriman lebih dekat dengan Allah Ta‘ala dan syaithan akan berlari menjauh darinya?”

“Benar,” jawab Imam Al-Ghazali.

“Namun kenapa ada orang yang semakin rajin berdzikir justru malah semakin dekat dengan syaithan atau kesyaithanan?” lanjut sang murid.

Gurunya yang diberi gelar Hujjatul Islam ini pun menjawab, “Bagaimana pendapatmu, jika ada orang yang mengusir anjing namun dia masih menyimpan tulang dan berbagai makanan kesukaan anjing di sekitarnya?”

“Tentu saja anjing itu akan kembali datang setelah diusir,” jawab sang murid.

Imam Al-Ghazali menjelaskan, “Demikian juga dengan orang-orang yang rajin berdzikir tapi masih menyimpan berbagai penyakit hati dalam dirinya. Syaithan akan terus datang dan mendekati bahkan bersahabat dengannya. Penyakit-penyakit hati itu ialah kesombongan, iri hati, dengki, syirik, bersikap atau berkata kasar, riya, merasa shalih, merasa suci, ghibah, marah dan berbagai penyakit hati lainnya. Ketika penyakit-penyakit itu menghinggapi diri seorang hamba, maka syaithan terlaknat akan senantiasa datang, mengakrabkan diri, kemudian menjadi sahabat karibnya.”

Tabib vs Pensiunan

☝Kisah wong Solo merantau di Jakarta. Dalam kejenuhan mencari pekerjaan, akhirnya dia pun terpikir mencoba membuka sebuah klinik pengobatan alternatif.

☝Supaya orang-orang mau berobat ke klinik nya, wong solo membuat iklan menarik :

☝”Menyembuhkan segala penyakit, Ayo berobat kemari….
Kalau sembuh cukup bayar 100 ribu, kalau tidak sembuh saya bayar anda 1 juta”.

☝Konon ada seorang pensiunan PNS tak sengaja membaca iklan itu dan langsung ingin mencoba.

👲wong solo : “Sakit apa Pak..?”

👴pensiunan pns: “Mulut hambar, kalau makan tak terasa apa- apa “.

👲wong solo: “Oh itu hilang perasa namanya.baiklah. Itu cukup diberi obat nomer 22 sebanyak 3 tetes di dalam mulut”.

👴pensiunan pns : “Wah..!
Ini Minyak jlantah , bukan obat.!”

👲wong solo: “nah…, bapak sudah bisa merasakan lagi.
Silahkan bayar 100 ribu”.

👴pensiunan pns itu jengkel karena merasa dikerjain, selang seminggu kemudian dia datang lagi.

👲wong solo: “Duh Bapak lagi. Sakit apa lagi pak .?”

👴pensiunan pns: “Saya hilang ingatan”.

👲wong solo: “Baiklah.., saya akan memberikan obat nomer 22 dan gunakan sebanyak 3 tetes saja dalam mulut”.

👴pensiunan pns: “Wah..! gak mau, itu minyak jlantah yang kemarin kan.?”

👲wong solo: “Wah.., bapak udah bisa mengingat lagi. Berarti sudah sembuh. Tolong bayar 100 ribu”.

👴pensiunan pns tersebut makin jengkel karena merasa dikerjain lagi. Selang seminggu kemudian diapun datang lagi berniat balas dendam.
Kali ini dia mau pura-pura sakit yang parah wong solo itu tidak mampu menyembuhkan.

👲wong solo: ” walah walah Bapak lagi.. sakit apa lagi bapak ini.?”

👴pensiunan pns: “Mata saya rabun tidak bisa melihat apa-apa dengan jelas”.

👲wong solo : “Mohon maaf, Pak.., kalau sakit seperti itu saya tidak bisa menyembuhkan. Ini silahkan ambil 1 juta (sambil menyerahkan 10 lembar uang dua ribuan)”.

👴pensiunan pns: “Wah! Ini kan cuma duapuluh ribu rupiah ! “.

👲wong solo: Alhamdulillah.., Bapak sudah bisa melihat dengan jelas?
Berarti bapak sudah sembuh. Silahkan bayar 100 ribu”..

Wong solo wesi gitu looh …dilawan

😂😂😂😂😂