Jati merupakan salah satu genus tanaman tropis dari famili Verbenaceae adalah tanaman asli dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di Indonesia tersebar diseluruh pulau Jawa dan beberapa daerah di pulau Sulawesi . Terdiri dari 3 species utama yakni: tectona grandis (yang dikenal dunia sebagai teak), sedangkan species lain yang hampir punah adalah tectona hamiltoniana dan tectona philipinensis. Jati yang dimaksud disini adalah tectona grandis yang sudah ratusan tahun dibudidayakan di pulau Jawa yang dipelopori oleh VOC Belanda

Jati dapat tumbuh pada ketinggian 0-600 meter diatas permukaan air, dengan kebutuhan curah hujan 750 sampai 2500 mm per tahun, dengan suhu udara dari 17 sampai 43 derajat Celsius, sehingga secara umum jati dapat ditanam diseluruh Indonesia. Bahkan pada lahan kritis di desa Sidera Kab. Donggala, Sulawesi Tengah dimana curah hujan dibawah 100 mm per tahun, kayu jati dapat tumbuh cukup baik, dengan pemeliharaan yang intensif. (penyiraman setiap hari dan pemupukan secara berkala) sampai tanaman siap dilepas.

Masa tebang yang ideal bagi tanaman jati adalah diatas 50 tahun dimana kayu yang dihasilkan sudah mengandung kayu teras yang sangat kuat dengan warna yang gelap yang menambah kecantikannya. Namun dengan tingginya permintaan, tanaman jati berumur dibawah sepuluh tahun sudah dapat dikomersilkan dengan harga yang relatif tinggi

Kayu jati selain dapat digunakan sebagai bahan bangunan rumah karena kekuatan dan keawetannya, juga dapat dijadikan bahan mebelair yang indah karena seratnya yang khas. Permintaan dunia, khususnya negara2 di Eropa dan Amerika akan kayu jati sangat tinggi, sehingga membuat harganya melambung tinggi.

Mengusahakan tanaman jati bagi masyarakat pedesaan secara perorangan relatif mudah, dengan luas lahan setengah hektarpun hasilnya lumayan, dimana pada tahun kelima kayunya dapat dipanen dan hasilnya dapat digunakan untuk menyekolahkan anak ke perguruan tinggi, untuk pesta pernikahan anak bahkan untuk naik haji berdua, sehingga sekaligus dapat mendukung program pemerintah Kecil Menanam Dewasa Memanen.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari petani kayu jati sebelum petani dapat memetik hasilnya, petani dapat melakukan usaha wanatani dengan menanam tanaman palawija disela-sela larikan tanaman jati, antara lain bawang merah, bawang goreng, kacang tanah, lombok keriting, lombok rawit dan lain-lain.

Selain itu dengan menanam jati kita dapat turut berpartisipasi dalam Gerakan Menanam Sepuluh Juta Pohon yang bertujuan untuk merehabilitasi hutan yang rusak, mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor serta mencegah laju perubahan iklim (Climate Change) akibat efek rumah kaca dan emisi gas CO2. Yang paling utama dengan menanam jati kita mempunyai tabungan yang cukup menjanjikan bagi anakcucu kita (Susilowati).

Advertisements

One response

  1. Ahamad Kamarudin says:

    11 yang lalu tepatnya pada bulan April 2008, saya menanam jati 3000 batang pada lahan seluas 1,7 ha. lahan penuh batu, dan kering di musim kemarau. Namun ternyata pertumbuhan cukup baik sehingga menghuatkan tekad saya dan san juga masyarakat sekitar termotivasi untuk mengisi lahan yang mereka miliki yang selama ini terlantar. Namun masih ada satu hambatan yang terasa pada diri kami yaitu cara memelihara pohon jati secara intensif agar mendapat manfaat lanjutnya agar dapat dipanen lebih cepat dengan hasil yang optimal. Untuk itu mohon sumbang saran dari pembaca budiman. Terima kasih atas perhatian dan bantuan.